PEMBERITA INJIL HARUS TAHU ARTI INJIL!

Kematian dan kebangkitan Kristus merupakan dua hal yang menjadi fondasi Injil. Apakah itu Injil? Injil adalah satu-satunya kabar baik dari Tuhan Allah, yang Ditujukan bagi orang berdosa, bahwa Kristus yang diutus oleh Allah sudah mati dan sudah bangkit menjadi Penebus orang berdosa. Dia mati karena dosa kita masing-masing, dan Dia bangkit dengan tujuan memberikan kebenaran Allah kepada kita, yang datang kepadaNya. Ada sifat penting dalam Injil yang harus kita pertahankan. Gereja yang kehilangan pegangan atas sifat Injil yang penting ini, pasti akan menjadi gereja yang berkompromi. Sifat paling mendasar dari Injil adalah sifat penebusan — The redemptive nature of the Gospel –. Injil bukan satu pengajaran baru, bukan semacam perubahan moral, bukan satu popularisasi dari ajaran agama Kristen. Mengabarkan Injil bukan satu gerakan menambah anggota gereja, bukan suatu pidato mengenai keagamaan. Mengabarkan Injil merupakan peperangan yang membawa manusia keluar dari tangan setan masuk ke dalam tangan Allah.

Jikalau kita betul-betul mengetahui apakah artinya PI, kita tidak mungkin PI tanpa semangat, jikalau kita belum mengerti apa sifat Injil yang sejati, kita tidak mungkin membedakan kegiatan kita dengan kegiatan agama-agama yang lain. Sifat PI, berdasarkan sifat esensi dari Injil itu sendiri. Injil bersifat penebusan, yang tidak ada di dalam agama lain. Jikalau agama-agama mengajar manusia berbuat baik, dan orang-orang yang menganut agama itu taat pada pengajaran agamanya, maka mereka berbuat segala kebaikan sesudah menerima ajaran agama mereka. Ini tidak berarti perbuatan-perbuatan dosa sebelum itu sudah bisa diselesaikan. Jika seseorang berbuat baik menurut agama mereka, dan sampai mati tidak berbuat dosa lagi, tetap belum membereskan soal dosa kemarin, kemarin dulu dan tahun-tahun yang silam dan waktu-waktu yang sudah lalu.

Agama mengajar manusia bermoral baik, tetapi Kristus menebus manusia keluar dari kuasa dosa dan kuasa setan. Inilah perbedaan agama dan Injil Yesus Kristus. Jikalau orang Kristen tidak mengenal keunikan dan inti dari istilah penebusan ini, kita tidak mungkin berperang dengan semangat, api yang murni, dan ketekunan tanpa henti untuk melayani Tuhan.

Bagaimana dengan kaum Injili? Orang yang mencintai Injil, peliharalah Injil! Orang-orang yang betul-betul menamakan diri Injili bukan hanya mulut gembar-gembor tapi hati yang setia kepada Injil. Mengerti, memelihara, mencintai dan memelihara Injil dengan setia sampai Yesus Kristus datang kembali.

Penginjil GIDI harus tahu apa itu Injil karena kita memberitakan Injil dan kita adalah gereja Injili.  Baca 1Kor 15:3-4

Di atas kayu salib yang tergantung itu terjadi banyak paradoks di antaranya:

Di atas salib bertemu Keadilan dan Belas kasihan Allah.
Di atas salib bertemu tuntutan dan pengampunan.
Di atas salib diterima kutuk dan memancar kasih / berkat.
Di atas salib terjadi keterpisahan dan pendamaian.
Di atas salib bertemu kenistaan dan kemuliaan
Di atas salib terjadi ketidak-berdayaan sekaligus kemenangan.
Anda bisa tambahkan sendiri …….

Namun bagi saya ada paradoks lain yang layak direnungkan seperti diungkapkan oleh rasul Paulus dalam I Kor 1:18 diatas. Perhatikan kata-kata kunci yang dicetak tebal berikut: Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Pada ayat sebelumnya (ayat 17) Paulus menyatakan bahwa dalam memberitakan Injil dia melakukannya bukan dengan kata-kata hikmat manusia, melainkan Inti berita yaitu SALIB Kristus. Supaya inti berita tidak menjadi kabur tertutup kepiawain si pemberita. Jadi pemberitaan tentang salib haruslah menjadi fokus pemberitaan Injil. Karena diatas saliblah hutang atas dosa manusia dibayar lunas, dan manusia didamaikan dengan sang Khalik. Diatas saliblah Anak Domba Allah dikorbankan, darah-Nya dicurahkan untuk menutup murka Allah, memenuhi keadilan Allah. Sang Anak Domba itu menggantikan posisi saya dan saudara, dan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: