SEMINAR ESKATOLOGI: PAPUA MENYAMBUT KEDATANGAN TUHAN YESUS

PENDAHULUAN

Istilah Eskatologi berasal dari dua kata Yunani, eschatos dan logos. Kata “eschatos” berarti “terakhir” atau “penghabisan.” Kata “logos” mengandung beberapa arti tergantung pemakaiannya. Dalam eskatologi, kata itu berarti doktrin, ajaran, pokok persoalan atau perdebatan.[1] Kata ini kemudian masuk dalam wacana Kristen dengan makna kematian, penghakiman, surga dan neraka.[2] Eskatologi dipahami sebagai studi tentang peristiwa-peristiwa terakhir.[3] Menurut Encyclopaedia Britannica, dengan tegas disebutkan bahwa;

“Eskatologi: (ajaran tentang akhir zaman), adalah suatu istilah teologi yang diambil dari ayat-ayat Alkitab “akhir zaman” (Yoh 6: 39), “zaman akhir” (1 Pet. 1: 20), “akhirnya” (Mat. 12: 45), suatu pandangan yang berasal dari zaman nabi-nabi dahulu (Yes. 2: 2; Mal. 4: 1). Itu merupakan kepercayaan yang umum dalam zaman rasul-rasul bahwa kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat, dan akan memberikan penyempurnaan ilahi pada sejarah dunia ini.[4]

Pada umumnya, eskatologi dibagi dalam dua bagian yang luas; eskatologi pribadi dan eskatologi umum. Eskatologi umum membahas peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, mulai dari kedatangan Kristus yang kedua kali sampai penciptaan langit baru dan bumi baru. Sedangkan eskatologi pribadi membahas apa yang dialami oleh seorang percaya sejak ia mengalami kematian jasmani sampai ia menerima tubuh kebangkitannya.[5] Dalam makalah ini, saya akan membahas eskatologi pribadi secara singkat sebab fokus lebih banyak pada eskatologi umum.

Makalah dengan judul “Eskatologi: Suatu Studi tentang Masa Depan Dunia, Kedatangan Kristus Kedua kali dan Hal-hal yang akan Datang Ditinjau Dari Sudut Alkitab,” adalah sebuah pengajaran eskatologi biblika – teologis – sistematis yang dimaksudkan sebagai pembekalan serta sekaligus pemenuhan kebutuhan umat Tuhan akan pengajaran Alkitab (eskatologi) dengan metode penafsiran Alkitabiah, synthesis, analisis dan induktif sehingga mempermudah Jemaat dalam memahami “hal-hal yang akan datang.” Pertimbangan yang tepat terhadap arti normalnya (literal) diterapkan sebagai kontras dari metode spiritualisasi dan allegorisasi.

Dimaksudkan, pengajaran tentang “akhir zaman” dapat diresponi dengan rasa sukacita, penuh pengharapan dan keyakinan bahwa kita menang bukan malah dipenuhi kegelisahan, ketakutan dan membuat malas beraktivitas. Sekali lagi, materi ini sangat tidak berguna bagi mereka yang sedang mencari dan mempertajam konflik spiritual yang bertujuan untuk mengasah pikiran tetapi membuat jarak semakin jauh dari Allah. Namun, materi ini sangat berharga bagi mereka yang serius mendalami “kepercayaannya” dan bersedia untuk terus-menerus hidup bersama Allah. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada Panitia atas kesempatan langka dan berharga yang telah diberikan kepada saya. Don’t Worry be Happy!

Ev. Kornelius Sutriyono, S.Th


*Disampaikan dalam acara KKR & Seminar Oikumene: ”Papua Menyambut Kedatangan Tuhan Yesus” tanggal 21-26 September 2006, SP-3 & Kwamki Lama, Kab. Mimika.

[1]Ray Summers, “Kehidupan Dibalik Kubur” (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1994), 5.

[2]W.R.F. Browning, “Kamus Alkitab” (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007), 97.

[3]M.E. Manton, BA, BD, ALBC, Dip. Ed, “Kamus Istilah Teologi” (Malang: Gandum Mas, 2001), 60.

[4]The Encyclopaedia Britannica, Volume 8 (Chicago: Encyclopaedia Britannica inc, 1954), 702.

[5]Henry C. Tiessen, “Teologi Sistematika,” (Malang: Gandum Mas, 1997), 519.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: