HIDUP: JANGAN MAU DIPANDU ORANG LAIN!

Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke suatu tempat dimana Anda belum pernah datang sebelumnya ketempat itu dan Anda ditemani seorang sahabat yang pernah ketempat itu sebelumnya? Pernahkah Anda memperhatikan apa yang mereka katakan kepada Anda sepanjang perjalanan tentang tempat itu? Bukankah mereka akan lebih banyak berbicara kepada Anda tentang tempat itu? Bukankah mereka akan bercerita kepada Anda tentang pengalaman-pengalaman pada waktu mereka datang sebelum-sebelumnya?

Jika Anda datang kesuatu tempat dan Anda belum pernah kesana sebelumnya, sebaiknya Anda memang ditemani seseorang yang pernah ketempat itu. Anda pastikan seseorang itu dapat memandu Anda sampai ke tempat tujuan Anda. Jika tidak, Anda akan membutuhkan waktu lama guna pencarian tempat tujuan Anda. Bahkan, jika tidak beruntung Anda dapat tersesat. Namun, Anda pasti tidak mengharapkan pemandu itu berbicara banyak hingga Anda tidak bisa menikmati keindahan tempat itu, bukan? Saya yakin, Anda pasti ingin menikmati keindahan tempat itu dengan cara Anda sendiri. Hingga mata Anda menikmati pemandangan, sekaligus hati Anda.

Hidup adalah perjalanan. Dan, Anda tidak akan pernah benar-benar merasakan telah melakukan perjalanan, jika Anda tidak menikmati perjalanan Anda. Perjalanan Anda akan terasa melelahkan bahkan membosankan, sekalipun dikelilingi keindahan. Anda dan saya harus menjalaninya dengan menikmatinya. Ini bukan berarti Anda tidak harus bertanggung jawab dengan hidup. Anda memiliki tanggung jawab penuh dengan hidup Anda! Tapi, tanggung jawab itu, bukan untuk membebani hidup Anda, melainkan membantu Anda serius dalam menjalani hidup.

Namun sayangnya, kebanyakan orang membiarkan perjalanan hidupnya dipandu orang lain. Kebenaran ini harus Anda pegang! Jangan Anda dipandu orang lain untuk menikmati perjalanan hidup Anda. Menikmati perjalanan hidup adalah tanggung jawab pribadi Anda. Orang lain dapat memberitahu Anda bagaimana caranya menikmati hidup, tapi tanggung jawab tetap ada pada Anda. Oleh karena itu, temukan cara Anda sendiri untuk menikmati hidup hingga meninggalkan kenangan bersejarah.

Bagaimana menikmati hidup?

Hidup yang dinikmati adalah hidup yang melakukan tanggung jawab. Oleh karena itu, jangan pernah berfikir untuk melepaskan tanggung jawab Anda. Tanggung jawab akan melatih dan membantu Anda menikmati hidup. Perhatikan orang-orang yang berhasil, mereka adalah orang-orang yang melakukan tanggung jawab. Sebab mereka tahu bahwa tanggung jawab adalah nilai tambah bagi mereka. Bahkan, tepatnya harga jual bagi mereka. Tangung jawab menjadi awal kepercayaan. Seorang hamba, ketika ia setia dengan tanggung jawabnya, tuannya akan memberikan kepercayaan lebih lagi.

Paulus tahu betul apa dan bagaimana menghargai tanggung jawab. Itulah sebabnya dalam Efesus 4: 12, sehubungan dengan tugas lima jawatan ia menulis, ”untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Mengapa kata ”pelayanan” dikaitkan dengan kata ”pekerjaan”? Ada dua alasan dalam hal ini. Kata ”pekerjaan” berbicara tentang mutu, kualitas, frofesionalisme dan tanggung jawab. Hal ini berarti, setiap orang yang dipanggil dalam pelayanan harus meningkatkan mutu, kualitas, frofesionalisme dan mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan, sebab Tuhan yang memanggil mereka (ay. 11). Sedangkan, kata ”pelayanan” berbicara tentang panggilan, hati dan kemauan. Hal ini penting, sebab banyak orang memiliki panggilan, hati dan kemauan untuk melayani Tuhan tetapi tidak meningkatkan mutu dan kualitas diri.

Ketika Anda melayani; panggilan, hati dan kemauan sangat penting. Tapi, sementara Anda melayani tingkatkanlah mutu, kualitas, frofesionalisme dan tanggung jawab pribadi Anda. Sebab, kualitas menentukan cara kerja Anda. Jika Anda bertanggung jawab dan sekaligus meningkatkan kualitas diri, Anda sedang melatih potensi terbaik Anda. Anda harus meningkatkan kualitas diri, sebab orang-orang yang sementara menolak meningkatkan kualitas diri, adalah mereka yang enggan untuk berhasil. Jadi, tunggu apalagi, bertanggung jawablah dengan meningkatkan kualitas Anda!

Bagaimana meningkatkan kualitas Anda?

Tidak ada lain! Anda harus mengerti tujuan hidup Anda. Anda dapat memulainya dengan menciptakan nilai-nilai dalam hidup Anda. Nilai hidup sangat penting. Nilai itu yang akan menggerakkan Anda untuk pencapaian-pencapaian menakjubkan dalam hidup Anda. Nilai hidup yang salah akan membawa kemunduran bagi Anda. Itu sebabnya Anda harus menciptakan nilai hidup bagi diri Anda sendiri.

Apa nilai hidup Anda?

Ciptakanlah nilai hidup karena dari nilai hidup, Anda akan menebar pengaruh. Anda akan tampil berbeda dari orang lain. Nilai-nilai Anda harus berkualitas dan tidak sama dengan orang lain. Nilai hidup adalah aset bagi hidup bermakna Anda.

Pada masa dulu, orang memiliki mobil hanya sebagai sarana transfortasi—itu nilai! Tapi sekarang, orang memiliki mobil tidak sebatas sebagai sarana transfortasi, tapi bisa jadi meningkatkan status sosial, dan lainnya. Itu berarti, nilai mobil sudah berubah! Tapi, izinkan saya memberitahu Anda. Sekalipun nilai hidup yang Anda ciptakan dapat berubah, namun nilai hidup dari Allah untuk Anda tidak pernah berubah. Untuk itu, ciptakanlah nilai hidup Anda berdasarkan nilai hidup dari Allah.

_________________________________

CIPTAKANLAH NILAI HIDUP ANDA BERDASARKAN NILAI HIDUP

YANG ALLAH BERIKAN KEPADA ANDA

__________________________________

Anda berharap memiliki uang banyak. Itu nilai Anda, tapi apa yang akan dihasilkan untuk Anda dari uang banyak? Anda dapat menjawab; kebahagiaan, ketenangan, kepuasan, rumah baru atau mobil baru. Benar! Tapi, apa yang akan dihasilkan bagi Anda dari kebahagiaan, ketenangan, kepuasan, rumah baru dan mobil baru? Pertanyaan ini yang harus Anda kembangkan dan jawab hingga menjadi nilai bagi Anda.

Nilai Anda tidak hanya akan mempengaruhi Anda tapi orang lain. Untuk itu temukan dan ciptakan nilai Anda dengan kreatif.

Ada seorang pembicara seminar. Sebelum ia berbicara, ia mengeluarkan uang Rp. 100.000,- dari dompetnya. ”Siapa yang mau uang ini?” dia bertanya. Sebagian besar peserta mengacungkan jarinya. Kemudian, pembicara tersebut meremas-remas dan memasukkan uang tersebut ke dalam kantong plastik hingga tak terlihat. Pembicara ini kembali bertanya, ”siapa yang masih mau uang ini?” Sebagian peserta seminar pun masih mengacungkan jarinya. Kali ini, pembicara melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya. Ia mengambilnya dan mengajukan pertanyaan yang sama, ”siapa yang mau uang ini?” Sebagian besar peserta seminar pun masih mengacungkan jarinya.

Mengapa peserta seminar begitu antusias ingin memiliki uang tersebut? Masalah nilai. Ya, ini pelajaran penting tentang nilai. Sekalipun uang tersebut diremas-remas, diinjak-injak, ditutup dengan plastik, nilai uang itu tidak pernah berubah. Uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,-

Nah, setelah Anda tahu nilai hidup Anda, sekarang ciptakan tujuan hidup Anda. Tujuan hidup yang tidak egois, tapi bermanfaat bagi orang lain.

Bunda Theresia adalah gambaran seseorang yang memiliki tujuan dalam hidupnya. Ia melayani orang-orang miskin, tertolak dan menderita di India. Tujuan hidupnya sederhana, namun tidak sesederhana tindakannya dalam mewujudkan tujuannya. Tujuan hidupnya adalah melihat orang yang meninggal dengan tersenyum! Nampaknya, tujuannya ini sederhana dan tidak masuk akal. Apalagi, di India. Bagaimana mungkin orang meninggal dengan tersenyum? Tapi, itulah tekat Bunda Theresia. Dia melakukan dan mewujudkan tujuannya itu dengan tindakan kasih—menolong mereka yang menderita. Mereka pun meninggal tidak lagi menderita, tapi tersenyum!

Temukan tujuan hidup Anda. Tujuan hidup tidak pernah bersifat pribadi. Tujuan hidup harus bersinggungan dengan orang lain. Perhatikan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Tujuan Tuhan Yesus datang ke dunia sangatlah jelas. Bagaimana setiap umat manusia mengalami kemerdekaan dari dosa.

________________________________

TUJUAN YESUS DATANG KEDUNIA SANGAT JELAS YAKNI BAGI ANDA!

________________________________

Yesus datang dengan tujuan bagi Anda, demikian juga Anda harus memiliki tujuan dengan hidup Anda yang tertebus. Yesus sudah menebus hidup Anda dari dosa. Itu artinya ada tujuan Yesus yang istimewa bagi hidup Anda. Jika Anda belum menemukan tujuan hidup Anda, saya percaya Anda akan segera menemukannya. Jangan biarkan hidup Anda berjalan tanpa tujuan. Hidup tanpa tujuan seperti kapal tanpa kemudi. Anda tentu tidak ingin hidup tanpa arah dan tujuan, bukan? Sekarang, saat tepat bagi Anda menciptakan tujuan hidup terbaik Anda.

Patrick M. Morley pernah menulis bahwa kebutuhan paling hakiki dari manusia adalah kebutuhan untuk merasa dirinya penting—kebutuhan untuk mencari tujuan dan arti hidup. Manusia ingin membuat perbedaan, hidup penting, hidup berarti, memberi dampak, berkontribusi, melakukan sesuatu yang amat penting dengan hidup, menguasai, mencapai, menjadi sempurna, membuktikan diri, ingin menjadi seseorang dan hidup lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: