SEJARAH BAGI GENERASI BERIKUTNYA

Tahukah Anda, bahwa Anda dan saya adalah pelaku sejarah! Sejarah ada karena diciptakan. Sejarah ada karena ada orang-orang yang menjadi pelaku sejarah. Tidak peduli, siapa dan seperti apa keadaan Anda sekarang, tujuan Allah terhadap Anda tidak berubah. Menjadikan Anda dan saya ciptaan yang bermanfaat bagi sesama. Ciptaan yang mampu meninggalkan sejarah dari hidup yang dijalani dengan baik. Pengertian sejarah disini tentu berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sejarah. Sejarah berarti kejadian atau peristiwa pada masa lampau yang benar-benar terjadi. Dalam arti, peristiwa yang berpengaruh sedemikian rupa. Tidak hanya mempengaruhi Anda, tetapi mengubah hidup Anda. Bukan hanya mengubah hidup Anda, tetapi juga mengubah orang-orang disekitar Anda. Pertanyaannya, apakah mungkin; dengan masalah yang sedang Anda hadapi, dapat berpengaruh bahkan mengubah orang lain?

Mungkin dan pasti bisa!

Anda tidak sedang sendirian mengusahakannya, tetapi ada Allah. Ada kuasa yang lebih besar yang memampukan Anda. Bahkan, Dia melangkah mendahului Anda guna memastikan semuanya bisa Anda lakukan. Persoalannya, percayakah Anda bahwa masalah Anda adalah sejarah bagi Anda? Yakinkah Anda bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan? Sementara sebagian orang mencoba menghindari masalah yang datang, Anda tidak harus demikian. Setiap masalah yang datang, Anda dapat menyambutnya. Bahkan, percaya bahwa setiap masalah yang datang akan ada solusinya. Nah, apa yang harus Anda lakukan? Keputusan Anda dalam keseriusan ketika menghadapi masalah menjadi penentu utama terciptanya sejarah awal dalam perjalanan hidup Anda. Kelanjutannya, diperlukan kemauan keras untuk tetap berfokus diri pada penyertaan Allah — Imannuel. Sebab, banyak orang dalam eksistensinya secara perlahan-lahan — namun pasti, meragukan kehadiran dan penyertaan Allah. Mereka adalah penganut ”deisme kuat”- yakni mereka yang menganggap bahwa Allah ada, namun setelah menciptakan dunia ini, Ia meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja. Pandangan ”deisme kuat” ini, kehadirannya telah meracuni umat manusia di dunia modern. Sementara percaya Allah sebagai Pencipta segala-galanya, tetapi sekaligus percaya bahwa Allah meninggalkan ciptaan-Nya. Pandangan ini mendapat tempat secara luas, bukan hanya di Masyarakat tapi juga di gereja. Namun, sebagai ”pemercaya Allah” kita harus menolak pandangan ini. Sebab kenyataannya, Allah Pencipta (dan sudah semestinya kita bergantung), tetapi Ia juga memelihara dengan sedemikian rupa semua umat ciptaan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: