SEJARAH BAGI GENERASI BERIKUTNYA

Posted in Artikel, sejarah bagi generasi berikutnya with tags , on 22 Maret 2010 by departemenmisi

Tahukah Anda, bahwa Anda dan saya adalah pelaku sejarah! Sejarah ada karena diciptakan. Sejarah ada karena ada orang-orang yang menjadi pelaku sejarah. Tidak peduli, siapa dan seperti apa keadaan Anda sekarang, tujuan Allah terhadap Anda tidak berubah. Menjadikan Anda dan saya ciptaan yang bermanfaat bagi sesama. Ciptaan yang mampu meninggalkan sejarah dari hidup yang dijalani dengan baik. Pengertian sejarah disini tentu berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sejarah. Sejarah berarti kejadian atau peristiwa pada masa lampau yang benar-benar terjadi. Dalam arti, peristiwa yang berpengaruh sedemikian rupa. Tidak hanya mempengaruhi Anda, tetapi mengubah hidup Anda. Bukan hanya mengubah hidup Anda, tetapi juga mengubah orang-orang disekitar Anda. Pertanyaannya, apakah mungkin; dengan masalah yang sedang Anda hadapi, dapat berpengaruh bahkan mengubah orang lain? Baca lebih lanjut

HIDUP: JANGAN MAU DIPANDU ORANG LAIN!

Posted in Artikel, hidup:jangan mau dipandu orang lain! with tags , , , on 22 Maret 2010 by departemenmisi

Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke suatu tempat dimana Anda belum pernah datang sebelumnya ketempat itu dan Anda ditemani seorang sahabat yang pernah ketempat itu sebelumnya? Pernahkah Anda memperhatikan apa yang mereka katakan kepada Anda sepanjang perjalanan tentang tempat itu? Bukankah mereka akan lebih banyak berbicara kepada Anda tentang tempat itu? Bukankah mereka akan bercerita kepada Anda tentang pengalaman-pengalaman pada waktu mereka datang sebelum-sebelumnya? Baca lebih lanjut

MENGHENTIKAN LANGKAH YESUS (Markus 10: 46-52)

Posted in Artikel, menghentikan langkah yesus with tags , , , , , on 2 Desember 2009 by departemenmisi

Menjalani kehidupan dengan keterbatasan fisik tentu tidak menyenangkan. Seandainya dapat memilih akan banyak orang memutuskan ada dalam kondisi “normal” tanpa ada keterbatasan yang menghambat aktivitas. Sangat mudah membayangkan bagaimana sulitnya kehidupan yang harus dijalani oleh Bartimeus saat itu. Status sosial yang melekat “sebagai orang buta dan pengemis” tidak akan pernah berubah dari dirinya – dengan cara apapun – seandainya tidak bertemu dengan Yesus. Belum lagi, Bartimeus bukanlah sosok pribadi yang dibutuhkan kehadirannya dimasyarakat. Tidak berpotensi, menyusahkan, sampah masyarakat bahkan kalau perlu keberadaannya harus disingkirkan dari pemandangan umum. Baca lebih lanjut

KESETIAAN TUHAN MEMBERIKAN PENGAMPUNAN KEPADA MANUSIA TERHADAP DIMENSI DOSA (1 Yoh. 1: 9)

Posted in Artikel, kesetiaan Tuhan with tags , , , , , , on 29 Oktober 2009 by departemenmisi
Pendahuluan
Allah adalah pribadi yang setia terhadap umat-Nya. Dimasa lampau, kesetiaan pemeliharaan-Nya dinyatakan dengan membebaskan Israel – umat pilihan-Nya itu dari perbudakan keras di Mesir. Tidak hanya itu, ketika mereka terpojok karena kejaran tentara Firaun dan diperhadapkan dengan hamparan Laut luas, lagi-lagi kesetiaan-Nya dinyatakan dengan membelah Laut itu sehingga umat Israel dapat menyeberang tanpa tenggelam.  Bahkan sejak awal disaat terjadi konflik antara manusia dengan Allah, yakni hadirnya dosa di dunia ini, kulminasi kesetiaan-Nya dinyatakan kepada manusia dengan jalan Allah turun ke dunia menjadi manusia bahkan mati dikayu salib untuk menebus manusia dari dosa-dosanya. Baca lebih lanjut

Muatan Negatif yang Memberatkan dalam Perjalanan Anda

Posted in Artikel, muatan negatif yang memberatkan with tags , , , , on 29 Oktober 2009 by departemenmisi

Tampilan hidup dengan segala hal menjanjikan, memang terasa indah dan menyenangkan. Namun terasa berbalik, bagi mereka yang menderita – menjalani hidup tanpa arah dan harapan – yakni mereka yang menyimpan derita berkepanjangan dalam menjalani hidup. Deretan panjang daftar orang-orang bermasalah dalam hidupnya berhenti tanpa menginspirasi orang lain disebabkan lemahnya seseorang melihat potensi masalah menjadi sesuatu yang bersejarah. Banyak kisah-kisah menarik; keberhasilan melewati sesuatu, membangun dan menyelesaikan sesuatu dari ketiadaan, sesuatu yang seharusnya memberikan visi kehidupan, namun menjadi terkubur tanpa terkuak kepermukaan karena seseorang tidak memahami kisahnya mampu menjadi ”pelajaran bersejarah” bagi orang lain. Baca lebih lanjut

GEREJA:KOMUNITAS YANG MENDIDIK (Suatu Pandangan Penerapan Pendidikan dalam Gereja)

Posted in Visi & Misi GIDI on 28 Oktober 2009 by departemenmisi

Pendahuluan

Robert W. Pazmino dalam bukunya yang berjudul “Principles and Practices of Christian Education,” (hal. 46) menyebutkan lima tugas gereja antara lain; Koinonia (persekutuan), Kerygma (pemberitaan), Profeteia (kenabian), Diakonia (pelayanan), dan Leitourgia (beribadah). Menyikapi hal ini, pertanyaannya adalah bagaimana tugas gereja mendidik Jemaat agar menghayati lima tugas tersebut? Dan, bagaimana pula caranya agar Jemaat bisa belajar dan diajar tentang tugas gereja? Kulminasinya, gereja berkembang kuat, menjadi tempat yang aman untuk bertumbuh dan menjadi komunitas yang mendidik bagi anggota Jemaatnya. Baca lebih lanjut

PESONA LUKA YESUS (YOH. 20: 24-29)

Posted in Artikel, pesona luka yesus with tags , , , , , , on 28 Oktober 2009 by departemenmisi

Konteks Injil Yohanes pasal 20, adalah kebangkitan dan penampakkan diri Yesus kepada para Murid. Secara khusus dalam ayat 24-29, Yesus menampakkan diri kepada Tomas yang sebelumnya ragu-ragu akan berita penampakan diri Yesus yang disampaikan teman-temannya (ay. 25). Dalam hal ini, Yesus mengenakan tubuh kebangkitan, tapi yang menarik adalah Yesus tidak malu mengenakan/menunjukkan “luka.”

Belajar dari Tuhan Yesus, luka itu justru bisa diceritakan. Luka itu bisa ditunjukkan. Luka ditangan dan dilambung, justru menjadi berkat bagi Thomas dan yang lainnya “damai sejahtera.” Luka itu menjadi pesona bagi banyak orang. Kalau Anda menang terhadap luka, Anda harus berani menceritakan. Anda tidak harus menutupi luka itu. Anda tidak harus membayar mahal agar luka tidak terlihat banyak orang. Justru luka itu bisa diceritakan dan ditunjukkan. Bahkan luka itu menguatkan.